
Susahnya maaf di lebaran ini
Hari ini hari lebaran untuk aku, tetapi kenapa aku begitu susah mengeluarkan kata maaf untuk keluarga suamiku juga untuk suamiku sendiri, hambar rasanya bersalam-salaman dengan mereka, aku juga sudah tidak perduli dengan perasaan mereka terhadapku, itu tidak penting lagi dalam hidupku yang penting aku tidak pernah merepotkan dan jahat terhadap mereka, biar allah saja yang membalas semua sikap2 yang tidak berkenan di hatiku, puasaku hanya di kotori rasa dendam yang tak pernah hilang dalam hatiku, ya Allah aku ingin semua berjalan normal tanpa dendam di hatiku………………. aku cape dengan rasa dendamku, aku muak dengan rasa benciku yang terus mengikutiku, ya Allah aku ingin bebas.
Mengapa aku begitu sulit memaafkan mertua juga suamiku, melupakan perlakuan mereka selama ini terhadap aku juga anakku, ketulusan begitu jauh untuk mereka tapi tidak untuk yang lain..
selama bilan romadhon ini suamiku meninggalkan anakku juga aku lagi dan pergi ke rumah orangtuanya lagi, tak pernah terpikirkan kah oleh suami juga mertuaku bagaimana anakku selama ditinggalkkannya ?
Ya Allah mau sampai kapan suamiku terus datang dan pergi seenaknya tanpa melihat perasaan anakku yang menanyakaknnya, kemanakah mertuaku ? tak adakah perasaanya terhadap cucunya ?
sekarang aku tak ingin digapai hati ini oleh suami dan mertuaku lagi, aku tak mau berharap lebih karena aku pasti kecewa. aku tak perduli lagi dengan semua ulah suamiku juga keluarganya yang tak pernah menghargai aku juga anakku, biarkan Allah yang membalasnya , bukankah setiap perbuatan sekecil apapun juga ada balasan dari Allah, aku serahkan semua urusan itu pada Allah, aku hanya ingin jalani kehidupanku dengan anakku juga suamiku seperti yang ada di depanku
Mengapa begitu menyakitkan aku punya suami danmertua yang tidak bisa menghargai aku yang sudah menjadi istrinya dan kehadiran anakku yang menginjak usia 4 th tapi tak membuat suamiku sadar dan dewasa menghadapi setiap permasalahan rumah tangga, atau inikah jalan aku untuk di uji kesabaranku menghadapi suami dan mertuaku………………………..














Yg sabar aja mbak, sabar itu berpahala kok mbak, masalah pasangan ma mertua tu emang bikin pusing kdg serba salah, tp jgn pernah membenci yg penting lakuin yg terbaik atau diam. He jd spt org tua ja
Mbak…
Ak aja yg bLom ngerasain jd menantu aja d benci bgt m kLuarga caLon suamiq.
Mereka jg sering nyakitin hatiq.Tp ak diem aja.Mreka smua jg sombong2 bgt,mLah pernah ngebentak ak..
PdhL apa hak mreka coba bentak2 ky gt ke ak.Smpe skrg pun ak jg bLom bs ngiLangin rasa benciq.Ak sbnerx tersiksa sm rasa benci yg kyk gini.
Tp mbak…
Skrg ak berusaha jd org yg penuh syukur dgn sgLa yg ak pny..
Mbak jg hrs gitu,terutama krna mbak pny si keciL yg pasti lucu.
Lebih nrimo..
Dan semua orang dgn kesaLahan apapun berhak menerima maaf.
SaLam…
qlo mslh mau slesai ga usah segan u/ meminta maaf .
mba hrz brani blg maaf ini jg demi kebaikan mba sndri krna smua,a ada dtgn mba qlu mba mau brusaha pzt bs
ptama2 mba hrz omongn sma kluarga mba u/ brtmu dgan kluarga si suami qlu udah ktmu mba kluarin smw uneg2 mba skaligus mminta maaf sma smua,a apa tanggapan dr mreka dan suami qlu mmg gda tnggapan jalan satu2,a mba minta cerai lbh enak cerai drpa pnya suami n mertua tp kya gpnya.
apkh suami n kluarga,a stuju .
u/ smentara mba tggl di rmh orang tua mba n mba cri kerja / mungkin ingin memulai khidupan bru
Mba hruz brani wt minta maaf ya mba gausah sungkan / malu2 lg soal,a pmasalahn,a udah kya gni mdh2 ajj mertua dan suami mba mmafkan dn menerima mba lgy seperty dlu AMIEN
Masyaallah..begitu juga dengan aku,walau lebaranpun rasanya susah sekali memaafkan mertuaku dan iparku..12 tahun menikah,masih berbekas sangat dalam perlakuan-perkataan-fitnahan mereka tehadap aku..Celakanya mereka ‘belagak bego’ seolah olah itu semua tidak penah terjadi-bahkan diulang berkali kali..aku sadar bahwa beberapa kerabat sanak famili dari mertua ku pernah cerita bahwa ibu mertua,adik ipar perempuan,itu kurang waras,tetapi aku juga manusia biasa..punya telinga dan perasaan,siapa yang mau difitnah,bahkan juga menghina keluarga-orangtuaku yang JELAS JELAS orang baik baik/terpandang dan murah hati,kedua orangtuaku bahkan tidak begitu dekat dengan mereka,juga tidak pernah mengganggu..apakah orang kurang waras punyak spesifikasi dan hak untuk mengeluarkan kalimat tidak etis berdasarkan rasa cemburu..karena keluarga ortuku umumnya keluarga sukses….Itu sudah karunia Allah mempunyai keluarga/garis keturunan baik baik-kenapa aku jadi korban kecemburuan mertuaku…?.Konflik dihatiku tidak bisa dielakkan..sementara kedua ortuku masih tanpa punya pikiran macam macam mereka mengucapkan minal aidin walfaidzin lebaran kemarin ke besan mereka (mertuaku).Karena aku kebetulan sedang menginap drumah mertuaku aku mendengar dengan telingaku,begitu telepon di tutup mertua perempuanku kumat lagi bicara “Ah..buat apa telpon telpon, kirim parcel saja yang sederhana”.Aku kaget..selama ini aku rahasiakan kepada ortuku tentang kasarnya,tidak ada tata kramanya mertuaku terhadap ortuku..sebab jika aku ceritakan-bisa murka kedua ortuku.Inikah makna lebaran bagi mereka??memaki-menghina-seenaknya??tidak salah kita jika Susah memaafkan mereka…karena luka masih belum bisa hilang dalam sekejap..apalagi jika tidak diobati..
Belajarlah menjadi orang pemaaf. bukan berarti kamu kalah. tapi kamu justru pemenangnya..menang melawan emosi. Buang jauh sifat egomu. Tetap berbuat baiklah pada kel. suami. Teruslah berdoa. Mudah2an Allah SWT membukakan pintu hati mereka dan memperlihatkan kebenaran. Komunikasikan dg suami dlm sikon yang nyaman. Tumpahkan isi hatimu, namun tetap dgn hati yg dingin. Qt, sbg wanita, memang slalu di pihak yg lemah, nmn qt jgn lemah dlm menghadapi masalah. Aku yakin lambat laun kamu bisa menjadi org pemaaf. karena, dulu akupun pernah mengalami hal.yg sama.
Hidup jangan mau dipaksakan tetapi juga ada aturan dalam hidup.
LAKUKAN apa yang kamu rasa itu baik,jangan dipaksakan bila tidak berkenan,kita semua manusia biasa,punya perasaan,hak dan tanggung jawab.
Orang lain tak berhak memaksa kehendak mereka.
Memaafkan hal mulia…tetapi itu tergantung DENGAN SIAPA kamu memaafkan?
Bisa jadi yang dimaafkan itu orang-orang yang salah dan tak kunjung berubah.
JANGAN DIPAKSA JIKA TIDAK BISA.HAK KAMU MAU MEMAAFKAN/TIDAK.
TERGANTUNG kepada kamu…relaks…nikmati hidup….perbanyak ibadah,mohon ampun padaNYA.TUHAN maha tahu dan tidak sembarang menghukum umatNya.
kamu gak usah gitu,,,,,,,,,, minta maaf ya,,,,,, manusia pasti pernah bwt salah…. minta maaf dan memaafkan akan lebih baik ketimbang terus2″n merasa dendam…. than aja mau memafkan hambanya….. coba deh anggap dia itu orang tua kamu…. lapangkan dadamu,,,,,,,,,,
JUSTRU AKU YANG DIBEGITUIN MA BINIAN DAN MERTUA PEREMPUAN, GARA – GARA MENGUNGKAP PERSELINGLUHAN BINIKU..DUNAI MEMANG DAH MAU KIAMAT KALOI YREEEE