
Apa Sebenarnya Aku ini apa Buat Suamiku
Kami sudah 9 tahun menjalani rumah tangga awal tahun pertama sampai 4 tahun aku merasa bahagia tapi setelah itu semuanya tidaklah semanis yang pernah terjadi, yang lebih sakitnya aku ini layaknya pembantu buatnya mengurusnya menjaga dan mengasuh anak-anaknya itu sih aku ihklas karena toh juga aku ibunya yang berkewajiban menjaga anak -anakku
Tapi perkataan yang kasar mencaci menghina itu selalu aku dapat sekarang. dan yang lebih menyakitkan lagi dia sering mengatakan iya akan menikah lagi dengan yang lebih baik namun sampai sekarang akupun tidak tau apakah dia sudah menikah lagi atau belum.
Aku hanya dinafkahi sekedar belanja sementara kepentikan pribadiku aku harus mendapatkannya sendiri sekian lama kami berumah tangga belum pernah aku diberikan sesuatu darinya. bahkan suamiku sudah tidak pernah mencumbuiku seperti layaknya seorang istri sangat jarang kami melakukan kebutuhan biologis kalaupun melakukannya aku yang meminta dan aku merasakan ia melakukannya seperti terpaksa dan jijik layaknya aku ini seorang WTS.
Aku tidak pernah melakukan keburukan aku tak pernah berselingkuh, aku tak pernah menuntut tapi aku mendapatkan yang tak menyenangkan tapi aku hampir tak mampu bertahan
Apa yang harus aku lakukan?













Sabar ada btsnya mba, jgn tkut utk mengambil sikap tegas. Tnyakan lsng ama dia, apa keinginan dia. Kalo emank dia udah gk cinta buat apa mba prtahankan. Yakinkan diri mba, kalo mba mampu hdp tanpa dia. Smangat mba cm anak2nya mba. Jgn mau di injak2 ama laki2, yg jelas seorg istri tetap pnya hrga diri. Bkn utk di hina n’ di caci maki.
Betul tuh mba…jangan mau2nya di injak2 sama cowo kalau dia bisa berbuat apa aja kenapa kita sebaga perempuan ga bisa??lebh baik mba tinggalin dia aja minta pisah meskipun berat sih karna dah ada anak tapi mau sampai kapan mba di gituin… mba harus tegar ya dan tegas juga ….jalanin aja hidup mba dan anak2 mba jangan pikirin suami mba yang ga tau diri itu….insya allah mba pasti dapat jodoh yang lebih baik nantinya amin….
sabar ya mba sayang.. Tuhan pasti memberikan ujian karena mba mampu melewatinya.. Sebaiknya pertamatama, ajak bicara baik-baik suami mba. Jika tidak mendapatkan jalan keluar lewat diskusi tersebut, Sebaiknya mba bersikap lebih tegas. Jangan takut untuk mengambil keputusan, jika memang itu menyakitkant, toh nanti kedepannya bisa jauh lebih baik (amiiin).
perlu di selidiki itu mba~